29 Mahasiswa TBPK FPIK Undip Terima Beasiswa Bayan Peduli, Komitmen Nyata Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebanyak 29 mahasiswa Program Studi Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan (TBPK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro resmi menerima Beasiswa Bayan Peduli dari PT Bayan Resources dalam seremoni yang berlangsung di Gedung SA-MWA Undip. Program ini menjadi beasiswa kedua yang diberikan kepada mahasiswa TBPK, setelah sebelumnya disalurkan kepada mahasiswa angkatan 2024. Tahun ini, beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2025, menegaskan keberlanjutan komitmen dukungan pendidikan dari PT. Bayan Resources untuk mencetak talenta unggul sektor perikanan dan kelautan.

Penyerahan beasiswa dilakukan oleh perwakilan PT. Bayan Resources kepada Universitas Diponegoro yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Heru Susanto, didampingi Dekan FPIK dan Dekan FPP. Momentum ini menjadi simbol kolaborasi visioner: industri tidak hanya berinvestasi pada sumber daya alam, tetapi juga pada sumber daya manusia masa depan.

Yang menjadikan Beasiswa Bayan Peduli begitu istimewa adalah cakupannya yang komprehensif dan progresif. Selama 4 (empat) tahun masa studi, mahasiswa penerima memperoleh dukungan penuh berupa biaya hidup, UKT, seragam, laptop, biaya praktik, hingga kebutuhan akademik lainnya. Dengan skema menyeluruh ini, mahasiswa dapat berfokus total pada pengembangan kompetensi, inovasi, dan prestasi tanpa dibayangi kendala finansial.

Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa prodi TBPK yang berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Di sinilah nilai strategisnya: membuka akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus memastikan talenta terbaik bangsa tidak terhenti oleh hambatan ekonomi. Bagi Prodi TBPK, dukungan ini memperkuat ekosistem akademik yang kompetitif, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Beasiswa Bayan Peduli adalah investasi besar menuju Indonesia Emas 2045. Sinergi antara PT. Bayan Resources dan Universitas Diponegoro menjadi bukti bahwa kolaborasi industri–akademisi adalah kunci membangun peradaban unggul, adaptif, inovatif, dan siap memimpin transformasi sektor perikanan dan kelautan Indonesia.